Pdt. Sukaryo Ksatria
Pemimpin Semarang
Seberapa waktu ini kita mendengar berita tentang kebakaran yang luar biasa terjadi di kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat. Sehari sebelum kejadian itu di LA diadakan penghargaan Golden Globe. Golden Globe adalah penghargaan yang diselenggarakan oleh Hollywood Foreign Press Association (HFPA) dan diberikan kepada sineas, aktor, dan aktris dari Hollywood serta industri film internasional. Dalam acara itu, ada poling tentang pemimpin-pemimpin dalam acara itu (Globes Leaders) dan kepada siapa penghargaan tertinggi itu diberikan. Pilihannya adalah pemeran&kru, ibu dan Tuhan. Poling tertinggi adalah cast&crew (pemeran&kru). Dan ternyata Tuhan tidak mendapat penghargaan sama sekali atau nol. Penghinaan terhadap nama Tuhan itu sudah biasa di Hollywood. Los Angeles dikenal sebagai sin city (kota dosa).
Kemudian dalam sebuah video, beberapa penduduk di LA diwawancara. Beberapa dari mereka tidak tahu mengapa api bisa begitu cepat menyebar dan tidak ada hujan, tapi yang lain ada yang menjawab karena Tuhan. Biasanya kalau ada api besar di suatu daerah akan ada hujan. Lalu yang mewawancara mulai memberitakan Injil kepada orang-orang yang diwawancara. Akhir dari wawancara itu ada dari mereka yang didoakan (2 Taw 7:14)
Semua manusia sudah jatuh dalam dosa. Tidak ada yang lebih buruk satu dengan lainnya (Roma 3:9). Semua yang lahir dari seorang perempuan mewarisi dosa Adam dan Hawa. Semua orang di bawah kuasa dosa dan tidak ada yang mencari Tuhan (Roma 3:10-11). Itulah keadaan manusia. Semua yang dikerjakan hanya untuk dirinya sendiri. Namun semua yang dibangun atau semua kemegahan manusia bisa lenyap dalam sekejap saja seperti yang terjadi di Los Angeles. Sesungguhnya hidup kita ini rentan. Kita bisa meninggal dunia kapan saja atau kehilangan dalam 1 malam segala sesuatu yang kita bangun. “Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: “Terbanglah ke gunung seperti burung!” (Mazmur 11:1). Daud mengerti kepada siapa dia harus berlindung. Jika kita tidak berlindung kepada Tuhan dan mengandalkan apa yang dari dunia, lalu pegangan atau penopang kita yang dari dunia ini diambil maka habislah kita. Jangan sombong. Harus ada takut akan Tuhan dalam hidup kita. Daud menasehati dalam mazmurnya supaya kita berlindung kepada Tuhan. Jika dasar-dasar dihancurkan, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa (Maz 11:2- 3). Karena itu, kita harus bergantung penuh pada Juruselamat kita, Yesus Kristus. Jika bukan Tuhan yang kita ikuti, kita tidak akan hidup dalam keberkatan. Semua yang kita cari tanpa Tuhan, ujung-ujungnya akan merampas kebahagiaan, kedamaian kita. Hidup kita tidak ada sedikitpun yang terluput dari pandangan Tuhan (Maz 11:4). Jika kita terus di dalam dosa dan kefasikan, Tuhan yang akan menghanguskan kita (Maz 11:5-6).
“Meskipun kita dapat belajar dari pengetahuan orang lain, kita tidak akan pernah bisa menjadi bijak kecuali melalui pengalaman kita sendiri.” (Michel de Montaigne). Kita bisa belajar dari orang lain, tetapi perlu memiliki hati yang taat. Hati yang taat hanya diperoleh melalui kelahiran kembali, lahir dari Tuhan. Tanpa hati yang taat, kita tidak akan bisa berubah, tidak bisa menjadi bijak. Waktu kita masih di dalam dosa, kita pasti tidak berani menghadap wajah-Nya (Maz 11:7). Rasa takut yang ada dalam kita pasti membuat kita tidak bahagia. Kita hanya bisa dibenarkan oleh Tuhan, baru kita bisa bertemu dengan Dia. Waktu kita dibenarkan oleh Tuhan, kita tidak akan merasa terdakwa atau tertuduh. Kita bertobat dan dilahirkan kembali untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Tuhan kepada kita. Setelah dilahirkan kembali, kita kembali menjadi anak Tuhan setelah dulunya kita anak Iblis. Identitas sebagai anak Tuhan harus melekat dalam setiap perjalanan hidup kita. Tuhan pasti membuka jalan dalam hidup kita. Jika ada hal-hal yang membuat kita tidak berbuah, kita harus pangkas. Rendahkan diri dan tunduk. Segala sesuatu yang bukan dari Tuhan, lepaskan.
Semua khotbah dan pengajaran di dalam jemaat bertujuan untuk menghidupkan pengertian yang murni (2 Petrus 3:1). Kalau kita tidak mengerti kita akan tersesat, hidup kita pasti meraba-raba, lalu tidak bahagia karena tidak tahu jalannya. Apabila ada pemimpin atau saudara yang menegor kita berarti jalan kita menyimpang (2 Pet 3:2). Atau ada yang mengeluh (complain) tentang sikap kita, kita harus mau belajar. Jangan sombong. Ikut Tuhan pasti ada peringatan, bukan seenaknya jalan sendiri supaya hidup kita berbahagia. Ego kita, pikiran kita harus ditundukkan untuk sejalan dengan jalan Tuhan. Karena apabila hidup kita tidak benar, kita tidak akan bisa menjadi saksi bagi orang lain. Ingat bahwa kita hidup untuk menuntun orang-orang yang tersesat supaya mereka kembali ke jalan Tuhan
Dengan kemahakuasaan-Nya, Bapa melegitimasi Yesus menjadi Tuhan dan Kristus (Kis 2:36). Waktu kita dilahirkan kembali, kita juga diberi kuasa atau wewenang menjadi anak Tuhan (Yoh 1:12-13). Seorang polisi juga memiliki wewenang. Ia pasti lebih dihormati dari pada masyarakat umum. “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:14-15). Tanda seorang budak adalah dia tidak memiliki wewenang. Setelah lahir baru, identitas kita bukan ditetapkan dari kata orang tetapi oleh Bapa (Roma 8:16).
Waktu Tuhan berbeda dengan waktunya kita, tiba-tiba hari Tuhan datang seperti pencuri (2 Petrus 3:3-8). Waktu yang ada ini adalah waktu untuk mengingatkan orang-orang supaya mereka berbalik dan bertobat (2 Pet 3:9). Takutlah akan Tuhan dan berjaga-jaga (2 Pet 3:10-11). Berusahalah supaya saudara kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya (2 Pet 3:12-15). Dengan waktu yang ada mari kita mengingatkan orang-orang untuk takut akan Tuhan. Jika kita tidak terus mengerti firman Tuhan yang disampaikan jangan-jangan bapa kita bukan Bapa di sorga, tapi bapa Iblis (Yoh 8:43-44). Tetapi barangsiapa bersungguh-sungguh mencari Dia, Tuhan pasti memberikan anugerah. Melalui orang-orang yang diutus oleh Tuhan, kita diselamatkan. 12012025 @Perayaan Minggu Maranatha Jubilee Semarang