Didikan yang dari Tuhan

Ibadah Tengah Minggu
Semarang

Dalam pertemuan ibadah tengah minggu pak Darwin menunjukkan sebuah gambar seorang perempuan cantik, beliau meminta jemaat melihat dengan sisi terbalik dan gambar berubah menjadi seorang nenek-nenek. Gambar tersebut menjadi cerminan bagaimana iblis sering melakukan hal yang serupa yaitu membalikan firman Tuhan untuk mempengaruhi pikitan kita. Jauh sebelum Yesus lahir, banyak filsuf muncul dengan menyatakan pemikiran dan pengalaman hidup mereka mengenai kebahagiaan. Seperti yang dikatakan oleh Michel de montaigne “Meskipun kita dapat belajar dari pengetahuan orang lain, kita tidak akan pernah bisa menjadi bijak kecuali melalui pengalaman kita sendiri”. Pembacaan kitab Amsal mengajarkan kita sebuah didikan. Didikan yang saudara dapat perlu menjadi sebuah pengalaman pribadi, sehingga bukan hanya sebatas mendengar dan melihat keberhasilan orang lain.

Saudara seharusnya berani sharing dengan orang lain, jika saudara mempunyai keberhasilan dan bahagia dalam hidup karena menemukan Tuhan. Seseorang yang menemukan Tuhan pastilah orang yang sadar dengan keadaannya yang hancur, dia tahu akan dosa dan butuh keselamatan. Kebanyakan orang tidak menyadari keadaanya, mereka menggap bahwa dirinya sudah baik dan tidak memerlukan keselamatan. Bukan berarti tidak boleh menjadi orang baik atau kaya namun orang baik atau kaya sukar mengerti mengenai keselamatan, cenderung tidak memerlukan pertolongan Tuhan. Orang yang percaya dan memiliki juruselamat itu anugrah, ia tidak akan lagi berkutat dengan rutinitas adat istiadat keagamaan. Kita punya seseorang yang dapat kita pelajari yaitu Yesus. Dalam Alkitab menuliskan mengenai Yesus dan hal-hal yang dilakukan-Nya, Dia melakukan mujizat dan pengajaran bukan dengan kuasa manusia tetapi Roh Bapa di dalam-Nya. Pemikiran manusia sehebat apa pun tidak dapat melebihi Tuhan. Dalam sebuah foto di acara natal Polda Semarang, kita lihat bersama bahwa pak Darwin duduk dengan beberapa orang penting dan dihormati. Seseorang akan dihargai ketika ia membawa dirinya dengan berpenampilan rapi dan ramah. Bertemu orang dengan latar belakang, budaya dan kepercayaan yang berbeda juga mengharuskan kita untuk saling menghormati. Ketika kita sudah berpikir negative pasti keberadaan kita juga akan menjadi berbeda, tidak menikmati. Pak Darwin memilih untuk menikmati acara itu, beliau meminta kepada Tuhan supaya diurapi saat berkhotbah. Beliau menyampaikan bahwa setiap orang perlu juruselamat, Yesus Kristus lah juruselamat itu. Orang yang datang dalam natal itu ingin mendengar firman. Mari beriman setiap orang yang mendengar firman mengalami perubahan dalam kerohaniannya. Beranilah memulai sesuatu yang baru dan berikanlah yang terbaik saat sudara mendapat kesempatan untuk tampil di depan orang. Tanpa kita sadari orang akan melihat kita berbeda dan akan menghormati kita apalagi setiap dari pada kita memiliki Roh Tuhan.

Waktu saudara renungkan ayat-ayat pembacaan ODB (our daily bread) yang menyatakan: “Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” (Matius 15:7-9). Yesus berbicara dengan tegas karena memiliki kuasa. Saudara juga menerima serta memiliki kuasa saat diutus oleh Tuhan, tanda-tanda dan mujizat-mujizat terjadi. Salah satunya mujizat ialah mengusir setan, namun terkadang lebih sulit ketika orang itu terlihat biasa saja sebenarnya dalam dia sudah kerasukan oleh iblis, seperti Yudas (Yohanes 13:2-28). Yudas tidak terlihat menentang Yesus, akan tetapi ia bisa menghianati Yesus. Banyak orang bisa memuji Tuhan tetapi hatinya jauh. Mengapa orang bisa senang melihat kita? karena mereka bisa merasakan hati kita dekat dengan Tuhan. Banyak orang menggunakan hati hanya untuk kepentingan pribadi tetapi Alkitab mengatakan jika kita mementingkan diri sendiri sendiri pasti kita tidak bisa mengasihi orang lain. Tuhan memberikan hati yang baru saat kita bertobat lahir baru, karena hati yang lama sudah keras (tidak ada kasih). Tunjukkanlah kepada orang bahwa saudara bahagia bertemu dengan Tuhan, karena itu berkat bagi orang yang belum mengenal Tuhan. Di akhri pertemuan meeting tengah Minggu, Pak karyo pun menceritakan perjalanan misi dengan keluarganya ke Bandung dan Surabaya. Pak Karyo juga mendapat kesempatan untuk berkhotbah di natal jemaat Surabaya. Setiap saudara bertemu dengan orang pasti tidak kebetulan, ada dampak yang terjadi. Mari kita terus tetap setia dengan kebenaran. Mungkin keadaan terasa tidak seperti yang kita bayangkan, tapi selama ada Tuhan pasti ada jalan. Ada didikan Tuhan bagi kita, jadi belajarlah untuk menerima didikan itu. Tuhan yang akan berperkara di situ kita harus terus percaya bahwa orang benar hidup karena iman. Tim Redaksi JKI Maranatha Jubilee 09012025

Warta Jemaat
Scroll to Top