Milikilah Roh yang menghidupkan dan benih Ilahi

Pdt. David Lontoh – Salatiga

Apa gunanya pemberitaan firman tanpa ada Roh Tuhan? “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” (Roma 10:17). Kita mendengar firman atau datang beribadah supaya iman itu timbul, tetapi firman yang bagaimana? Ayat di atas mengatakan iman timbul dari pendengaran firman Kristus. Firman Kristus adalah firman yang diurapi oleh Roh Tuhan. Semua orang pasti bisa kalau diajar atau dilatih bagaimana caranya berkhotbah. Tapi semua itu belum tentu membawa kepada hidup. “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. ” (Yohanes 6:63). Meskipun kita sudah Kristen sejak kecil, namun jika tidak ada Roh Tuhan dalam kita sesungguhnya kita mati di hadapan Tuhan. Kita bisa diajarkan nilai-nilai Kristen sejak kecil, tetapi kita belum memiliki hidup (belum memiliki Roh Tuhan)

Sebab itu kita harus bertobat dan dilahirkan kembali. Orangorang yang tidak memiliki Roh Tuhan tidak memiliki kasih. Bagaimana bisa mengasihi kalau tidak memiliki kasih? Orang-orang yang memiliki Roh Kristus pasti mengasihi. Mengasihi itu yang bagaimana? “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). Mengasihi artinya menuruti segala perintah Tuhan. Berarti satu pun tidak boleh ada yang terlewat. Jika kita belum hidup seperti Kristus hidup, berarti kita belum memiliki Roh Kristus (1 Yoh 2:6). Akui saja kalau memang belum memiliki Roh Tuhan. Seseorang yang benar-benar memiliki kasih pasti memberitakan kebenaran. Memberitakan kebenaran supaya orang-orang yang mendengarnya tidak binasa. Itulah kasih yang sesungguhnya.

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” (Roma 8:1). Mari cek diri kita masing-masing, masih adakah penghukuman di dalam hati kita? Kalau kita benar-benar mempunyai Roh yang menghidupkan, penghukuman itu pasti tidak ada. Kita pasti sungguh-sungguh lepas dan bebas. Namun seseorang yang belum bertobat dan dilahirkan kembali, sadar atau tidak ia diikat oleh hukum dosa dan hukum maut (Roma 8:2). Lalu hukum Taurat menunjukkan bahwa kita tidak benar sehingga kita merasa tertuduh (Roma 8:3-4). Sejahat-jahatnya orang, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya ia tahu bahwa apa yang ia lakukan itu tidak benar. Namun ia tidak bisa keluar dari situ. Orang-orang yang belum dilahirkan kembali tidak mungkin bisa memprioritaskan hal-hal yang dari Roh (Rom 8:5). Artinya mereka adalah orang Kristen yang palsu karena tidak memprioritaskan apa yang dari Tuhan. Dan mereka tidak mungkin memiliki hati untuk memenangkan jiwa. Syarat seseorang disebut Kristen adalah jika ia memiliki Roh Kristus (Rom 8:9). Orang-orang yang memiliki Roh Kristus melakukan apa yang Kristus lakukan. Cek diri kita, kita hidup menurut daging atau Roh? Jika kita hidup menurut daging, kita akan mati (Rom 8:10-13). Namun semua orang, yang dipimpin Roh Tuhan, adalah anak Tuhan (Rom 8:14). Dipimpin berarti ikut, bukan jalan sendiri. Ini sudah berbicara hidup dan mati. Kalau kita tidak memiliki Roh Tuhan, kita mati masuk neraka.

“Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,” (Yesaya 30:1). Rancangan ini bisa saja rancangan yang baik, bukan rancangan yang jahat, tetapi karena bukan oleh dorongan Roh tetap saja itu adalah dosa, sia-sia. Kalau kita mau mengakui keadaan kita, ada solusinya. Solusinya adalah bertobat, beri diri saudara diselamatkan, dibaptis maka saudara akan mendapatkan pengampunan dosa dan karunia Roh Kudus.

Pengampunan dosa dan karunia Roh Kudus. “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (Yakobus 4:6). Arti kata “congkak” adalah merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia, sombong, pongah, angkuh atau jemawa. Kata congkak dapat diartikan sebagai sifat seseorang yang memandang dirinya lebih baik daripada orang lain, dan menganggap orang lain lebih rendah atau lebih buruk daripadanya. Setelah kita mendengar kebenaran, kita mau merendahkan diri atau menjadi congkak? Jika kita masih merasa diri benar itulah yang disebut congkak. Tuhan membenci bahkan menentang orang yang congkak. “dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.” (2 Tesalonika 1:8). Rendahkan hati jika Saudara tahu bahwa Saudara belum hidup seperti Kristus hidup. Rendahkan diri jika Saudara ingin lepas dari dosa, dari beban yang tidak kunjung lepas, dari kekosongan. Waktu Saudara merendahkan diri, baru iman itu muncul. Neraka itu nyata. Maka dari itu, terimalah Kristus, terimalah Roh Kudus. Sesungguhnya orang-orang yang berada di neraka memiliki kesempatan sewaktu mereka hidup. Kesempatan berakhir sampai nafas yang terakhir. Selagi ada kesempatan, bertobatlah. Takutlah akan Tuhan. Berjaga-jaga agar Roh Tuhan terus berkobar-kobar dalam kita. 29122024 @Perayaan
Minggu Maranatha Jubilee Semarang

Warta Jemaat

Milikilah Roh yang menghidupkan dan benih Ilahi

Pdt. David Sitepu – Pemimpin Jakarta

Banyak orang ingin menjadi sukses bahkan orang tua pun menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses. Tetapi di Alkitab tidak ada kata “sukses”, yang ada adalah kata “berhasil”. Berhasil yang bagaimana yang dimaksudkan Tuhan? Apakah berhasil yang karena kita mencapai sesuatu lebih dari sebelumnya atau berhasil karena kita semakin mengenal Tuhan? Banyak tokoh di Alkitab berhasil karena Tuhan menyertai, seperti Yusuf, Daniel. Hidup mereka bisa dikatakan tidak sukses, tetapi mereka dikatakan berhasil karena tetap melihat kepada apa yang Tuhan tetapkan. Mari lihat hidup kita, apakah hidup kita dari kemuliaan ke kemuliaan, dari iman ke iman atau semakin menjauh tetapi berusaha mempertahankan diri seolah-olah kita masih oke

“barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” (1 Yohanes 3:8). Barangsiapa tetap berbuat dosa berasal dari Iblis. Untuk itulah Yesus datang ke dunia menyatakan diri-Nya supaya manusia tidak berbuat berdosa. Bukan supaya manusia sukses. Tuhan mau manusia menjadi berhasil karena ia tidak lagi berbuat dosa. Setiap orang yang lahir dari Tuhan, tidak berbuat dosa lagi (1 Yoh 3:9). Tuhan terus berbicara dari tahun ke tahun tentang hal itu. Orang-orang yang tidak berbuat kebenaran tidak berasal dari Tuhan (1 Yoh 3:10). Namun tanda dari anak-anak Tuhan yaitu mereka berbuat kebenaran dan mengasihi saudaranya dengan bersaksi (Kis 1:8). Saksi adalah orang yang mengalami, mengetahui, dan melihat. Tuhan mau kita menjadi saksi karena kita terus mengalami, terus melihat bahwa pekerjaan Tuhan itu nyata. Seorang saksi itu terus menyatakan pekerjaan Tuhan. Dari tahun ke tahun harus ada buah.

“…Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan…” (2 Petrus 1:1-8). Berbicara tentang menambahkan kepada iman kebajikan dan kepada kebajikan pengetahuan (add to your faith excellence, to excellence, knowledge) artinya sesuatu yang meningkat. “Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” (2 Petrus 1:8). Tuhan mau kita berusaha sungguhsungguh (excellence) supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh (2 Pet 1:9-10). Sejak kita bertobat dilahirkan kembali, kita memiliki benih ilahi dan kita pegang itu sampai akhir supaya kita dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal (2 Pet 1:11). Ini adalah pilihan. Kalau kita tahu ini adalah pilihan yang luar biasa, mari kita pegang panggilan ini dengan sungguh-sungguh. Dan mengucap syukur ada yang terus mengingatkan supaya kita tetap dalam panggilan, seperti yang dilakukan oleh Petrus (2 Pet 1:14). Kita tidak berjalan sendiri, ada pemimpin dan jemaat yang terus mengingatkan kita

“Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Petrus 1:23). “Being born again, not of corruptible seed, but of incorruptible, by the word of God, which liveth and abideth for ever.” (1 Peter 1:23, KJV). Arti kata “abideth” adalah bertahan, tanpa menyerah. Waktu ada benih ilahi di dalam kita, kita akan bertahan dan tanpa menyerah. Tuhan tidak suka dengan orang yang mengundurkan diri. Beberapa waktu yang lalu ketika perayaan Natal di jemaat Bandung, Pak Darwin menunjukkan satu gambar bola tersenyum tapi berkeringat.

Saya melihat bola itu seperti gambaran orang yang berjuang (fight) dalam hidupnya. Ia tersenyum karena ia telah menyelesaikan bagiannya meskipun dengan tetesan keringat atau tetesan air mata. Ia mengalami hal-hal yang tidak enak, tetapi di akhir perjalanannya ia tersenyum. Sama halnya dengan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita pasti melewati hal-hal yang tidak enak, tetapi Tuhan mau kita melewatinya dengan sukacita. Tuhan mau kita berbahagia dengan apa yang Tuhan perintahkan. Dalam sebuah buku tertulis “life is not about take and give” (hidup bukan tentang menerima dan memberi). Kebanyakkan dari kita berpikir, kalau saya mendapat berkat saya akan memberi. But life is about give and receive (tapi hidup adalah tentang memberi dan menerima), berarti kita memberi terlebih dahulu, maka kita akan diberi. Mari kita belajar memberi, memberkati satu sama lain dan Tuhan akan menyatakan hal-hal luar biasa di tengah-tengah kita. Mari lakukan kehendak Tuhan di generasi kita. Saya melihat Tuhan memperhatikan tiap-tiap generasi. Generasi-generasi yang di dalam Tuhan tidak akan hilang dan akan terus menyatakan kehendak-Nya. “…tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.” (1 Petrus 1:24-25). Injil adalah kekuatan Tuhan yang menyelamatkan. Karena Injil kita menjadi saksi, karena Injil kita terus beriman. Ada beberapa kutipan dari buku yang saya baca. “Jangan berdoa meminta hidup menjadi mudah. Berdoalah agar menjadi pribadi yang lebih kuat.” (John F. Kennedy). “Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal. Tetapi, mereka yang tidak pernah menyerah.” (Edwin Cole). “Anda tidak akan pernah menang, jika Anda tidak pernah memulai.” (Robert Schuller). 29122024 @Perayaan Minggu Maranatha Jubilee Semarang

Warta Jemaat
Scroll to Top