Dia datang sebagai Raja

Ibadah & Perayaan Natal

Semarak menyambut Natal telah dirasakan sejak awal bulan Desember, Jemaat Maranatha Jubilee pun mulai membuat acara untuk mengundang sahabat, saudara dan orang tua. Perayaan malam ibadah Natal yang di selenggarakan tanggal 24 Desember 2024 pun berjalan dengan meriah. Hampir 250 orang menghadiri ibadah. Kita kedatangan orang tua dari pak Karyo dan pak Dedi, serta orang tua dari brother dan sister. Rangkaian acara yang disajikan juga tidak membuat tamu undangan bosan. Mulai dari penampilan anak-anak Sekolah Minggu yang menggemaskan, dilanjut dengan drama musikal bapak dan ibu dari Zona Keluarga yang sangat menjiwai membuat para tamu undangan merasa senang. Semua pertunjukan tidak lepas dari tema yaitu “Dia datang sebagai Raja”. Pak Darwin menyampaikan firman dengan penuh semangat.

Beliau menyampaikan bahwa Yesus datang sebagai Juruselamat namun juga sebagai Raja dalam hidup kita. “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Lukas 2:10-11). Zaman sekarang banyak orang menganggap bahwa dosa sebagai hal biasa dan lebih parahnya berpikir dengan hanya percaya Yesus dosa telah selesai. Bagaimana dosa dapat selesai jika tidak ada pertobatan! Saudara harus tahu bahwa Yesus datang sebagai juruselamat untuk menebus dosa manusia dan ada dikatakan Yesus juga datang sebagai Raja untuk memberikan perintah kepada kita. Perintah dari seorang raja itu harus dilakukan. Saat orang hanya menginginkan Yesus hanya sebagai juruselamat namun tidak sebagai Raja, mereka hanya orang yang menginginkan berkat dan pasti akan mengundurkan diri. Yesus lahir di Betlehem yang disebut “rumah roti”, Yesus sendiri adalah Roti hidup. Jika saudara mendengarkan suara Tuhan dan melakukannnya pasti saudara orang yang bersemangat. “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kisah Para Rasul 2:36). Sewaktu kita menerima keselamatan dan kita membagikan juga keselamatan itulah hal yang paling membahagiakan

“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. “dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”(Matius 2:1-2). Tuhan menyatakan diri sebagai raja kepada orang Majus sebab orang Majus adalah orang-orang bijaksana atau ahli nujum, di mana raja-raja tunduk kepada mereka. Yesus harus menjadi raja untuk hidup kita karena iblis juga punya kerajaan yaitu kerajaan dunia. Semenjak manusia jatuh dalam dosa iblis yang berkuasa atas dunia ini jadi jika kita belum bertobat dan dilahirkan kembali, raja kita adalah iblis. “Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:17). Banyak orang datang pada Tuhan hanya untuk keluar dari masalah bukan menyelesaikan dosa. Banyak orang jatuh lagi ke dalam dosa karena tidak memiliki kekuatan dari Roh Kudus, mereka tidak lagi percaya akan adanya baptisan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 19:4-6). Pentingnya penyertaan Roh Kudus dalam hidup kita! Saat kita bertobat dan dilahirkan kembali kita harus mengalami baptisan air dah Roh mulai dari situlah kita akan melakukan perintah-perintah Tuhan. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15). Pergi dan beritakanlah Injil, itulah perintah Tuhan. Jika kita penuh dengan Roh Kudus pasti punya kuasa untuk melakukan perintah-perintah Tuhan. Jika percaya pada Yesus kita akan melakukan apa yang Dia kerjakan termasuk memberitakan Injil kebenaran itulah mengapa kita harus menerima Roh Tuhan karena itu lah yang akan memimpin kita. “Kata mereka: “Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!” (Lukas 19:38). Sulit bagi kita jika tidak memiliki kuasa, tetapi berdoalah dan minta keberanian pada Tuhan karena ada perintah raja yang harus kita kerjakan. Bicara tentang kerajaan pasti ada yang namanya raja tetapi bagaimana Yesus sebagai raja dalam orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” (1 Yohanes 3:9). Jika kita tidak tinggal dalam Roh, maka kita akan suka dengan dosa. Seharusnya khotbah mengenai kemenangan natal adalah kita kalahkan dosa. Hukum Taurat hanya mengingatkan kita tentang dosa tetapi tidak bisa menolong kita, tapi Yesus yang menolong kita dan tinggal dalam kita. “Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”(Yohanes 6:35). Yesus datang untuk memberitahu roti hidup yang berasal dari Sorga. Saudara harus dilahirkan kembali dari Tuhan dan makan roti hidup. “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. “Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”(Yohanes 13:27). Iblis dapat merasuki kita dan mengatakan bahwa kita sudah kristen tidak memerlukan pertobatan. Tanpa pertobatan kelahiran kembali tidak akan ada kerajaan! Inilah kebenaran yang mungkin jarang kita temukan saat mengikuti ibadah di gereja lain. Ibadah perayaan natal di jemaat JKI Maranatha Jubilee ditutup dengan ramah ramah dan makan bersama. hidup kita tapi masih hidup dalam dosa. Orang benar dalam kerajaan Tuhan adalah yang tidak berdosa lagi. “Setiap

Kemeriahan natal tahun ini sangatlah mengesankan, dimana banyak orang yang dapat mendengar Injil. Mari brother dan sister terus ambil kesempatan

Warta Jemaat
Scroll to Top