Mendengar berita Injil, iman timbul dan diselamatkan

Darwin Egan Lontoh
Pemimpin Maranatha Jubilee

Cara hidup jemaat yang pertama tertulis di kitab Kisah Para Rasul 2:41-47. Jemaat adalah orang-orang yang menerima perkataan Tuhan dan percaya. Dari percaya mereka menyembah. “Secara umum, Penyembahan Kristen berarti mengasihi dan menghormati Tuhan Pencipta alam semesta, serta menunjukkan rasa hormat dan kasih itu melalui doa, nyanyian, ucapan syukur, dan tindakan sehari-hari yang memuliakan Dia.” Dalam penyembahan ada tindakan “menghormati”. Kita dihormati pasti karena kita menghormati orang lain. Selain itu, ada mengasihi. Kita bisa mengasihi karena Tuhan terlebih dahulu mengasihi kita. Ia berikan hati sehingga kita bisa mengasihi. Dalam tindakan seharihari kita, seperti membaca ODB (Our Daily Bread) adalah salah satu bentuk penyembahan kita kepada Tuhan. Di dalam ODB kita ada tulisan “ketinggalan” kalau kita belum membaca hari ini.

Tidak enak sekali kalau kita ketinggalan, entah itu ketinggalan kereta, pesawat dll. Karena itu, jangan sampai kita ketinggalan. “Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” (Kisah Para Rasul 2:40). Jika waktu mendengar khotbah kita merasa seperti dikecam maka rendahkanlah diri. Berarti ada sesuatu yang tidak benar di dalam kita. “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” (Kis 2:39). Pertama-tama kita memberitakan Injil kepada anak-anak kita, kemudian teman-teman kita dsb. Pegang terus janji Tuhan. Orangorang yang tidak memegang perjanjian adalah orang-orang yang mengundurkan diri. Kita bisa saja masih dalam jemaat, tapi sudah bukan lagi umat perjanjian Tuhan. Tuhan tidak bisa ditipu dengan kita kelihatan baik. Penipu ulung adalah orang yang kelihatan sangat baik, melayani, tetapi sebenarnya dia jalan sendiri (tidak ikut Tuhan).

Jemaat mula-mula dimulai dari bertobat, dibaptis air dan Roh Kudus (Kis 2: 38). Pertama dari rasul-rasul yang diutus Tuhan, Kristus sebagai Kepala dan kita adalah jemaat-Nya. Kemudian dari dalam jemaat diutuslah orang-orang. Sejak awal Yesus berkhotbah “bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat 4:16-17). Ia berbicara tentang Kerajaan Tuhan berulang-ulang (Kis 1:3). Waktu kita dilahirkan kembali, kita melihat dan masuk dalam Kerajaan Tuhan (Yoh 3:3, 5). Kemudian untuk empunya Kerajaan Sorga, kita harus menjadi orang yang miskin di hadapan Tuhan (Mat 5:3). Miskin di hadapan Tuhan maksudnya yaitu orang-orang yang merendahkan diri, memberi diri, percaya Tuhan dan ikut Dia. Selain itu, orang-orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, mereka juga yang empunya Kerajaan Sorga (Mat 5:10).

Yesus berkata, “Akulah Roti Hidup” (Yoh 6:35, 48). Barangsiapa makan roti ini ia tidak akan mati (Yoh 6:49-50). Itu adalah firman Tuhan, berarti itu adalah benar. Jangan lepaskan apa kata Tuhan. Roti hidup ini adalah roti yang turun dari sorga (Yoh 6:51). Waktu kita dilahirkan kembali, kita juga dilahirkan dari sorga. Kita menjadi anak-anak Tuhan, tetapi kita masih ada daging. Perlombaan kita sekarang adalah antara roh dan daging, mana yang menang? roh atau daging. “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” (Roma 8:8). Jadi, jika kita sekarang kita hidup dalam daging, kita tidak berkenan! Bagaimana Tuhan akan mendengar orang yang hidup dalam daging? Tuhan mendengar jika ia beriman. Beriman yang bagaimana? Bertobat saat itu. Ketika kita pertama kali melakukan dosa yang tidak pernah kita lakukan, kita pasti sangat hancur waktu bertobat karena kita sadar hal itu menyakiti Tuhan. Tetapi waktu kita jatuh lagi untuk kedua kalinya pada hal yang sama, apakah kita akan menangis lagi? Tidak. Tanda-tanda orang yang mengundurkan diri yaitu makin lama ia semakin kehilangan Tuhan. Hal itu bisa berhenti kalau ada yang datang menegor. Mengucap syukur di dalam jemaat, Tuhan akan menegor kita. “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya: karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?” (Ibrani 12:5-7). Banyak orang Kristen mencari gereja yang tidak akan menghajar mereka. Gereja yang hanya mempersilakan orang datang ibadah, memberi persembahan dan tidak ada didikan atau hajaran. Tetapi orang yang diakui-Nya sebagai anak pasti akan dihajar.

“Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu…” (Ulangan 8:1-2). Sesungguhnya ketaatan kita bukan untuk Tuhan, tapi untuk diri kita sendiri supaya kita hidup, bertambah banyak, memasuki dan menduduki negeri yang dijanjikan Tuhan. Kita tidak hanya melakukan perintah Tuhan dengan setia, tapi juga harus menduduki negeri. Menduduki negeri berarti harus berperang atau mengambil alih. Be strong! (Jadilah kuat) Tuhan bisa datangkan orang-orang yang mana kita bisa katakan “bertobatlah”. Kita bisa katakan bahwa mereka harus dilahirkan kembali. Pemberitaan Injil kita bisa dimulai dengan memberitakan bahwa Yesus bisa melakukan mujizat. Kalau Yesus bisa lakukan mujizat, Ia juga bisa mengubah hati orang-orang. Yesus bisa membuat seseorang keluar dari dosa, sesuatu yang mustahil bagi manusia. Perempuan pendarahan menjadi punya iman karena ia mendengar berita-berita tentang Yesus yang benar (Markus 5:25- 27). Saya juga pada waktu itu timbul iman sehingga saya mau bertobat karena saya mendengar Injil. Perempuan pendarahan itu percaya bahwa asal menjamah saja jubah Yesus, ia pasti sembuh (Markus 6:55-56). Kita menjadi pemenang karena kita terus beriman sampai Tuhan datang (Markus 5:28-34). Ketika kita memberitakan Injil kepada seseorang lalu ia percaya dan beriman, hatinya akan diubahkan oleh Tuhan. Sama seperti kesaksian kita yang diubahkan oleh Tuhan. Mari, jangan berhenti memberitakan Injil. Tahun lalu luar biasa, tahun ini juga akan lebih luar biasa. Bangkit dan bersinar!

Kemudian cerita tentang seorang yang buta (Lukas 18:35-42). Orang yang buta memiliki pendengaran yang lebih sensitif. “Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Lukas 18:36-38). Mengapa ia berteriak? Karena ia sudah mendengar berita tentang Yesus orang Nazaret yang bisa menyembuhkan. Dari berita itu, ia beriman. Selanjutnya cerita tentang seorang perwira (Matius 8:5-8). Perwira itu datang pada Yesus dan memohon kesembuhan bagi hambanya. Perwira ini menghormati hambanya sehingga ia sampai datang kepada Yesus. “Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh…” (Matius 8:8- 9). Bagaimana perwira itu bisa berkata “katakan saja” kalau ia tidak mendengar berita tentang Yesus? Dia berani berkata seperti itu kepada Yesus, padahal Yesus sebagai atasannya (karena Yesus yang menyembuhkan). “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” (Matius 8:10). Yesus kagum melihat iman perwira itu. Meskipun Yesus sebagai atasan tapi karena Ia melihat iman perwira, Ia mau sembuhkan. Bisa saja apa yang kita minta tidak terjadi karena kita yang menjadi atasan dan bukan Yesus.

Jemaat Galatia ditegor karena mereka cepat berbalik dari Injil ke hukum Taurat lagi (Galatia 3:1-5). Mereka kembali ke peraturan-peraturan lagi. Kita juga bisa seperti itu. Kembali ke hukum lagi harus datang ibadah, harus seperti ini, seperti itu, tapi tidak beriman. Kemudian datang pertemuan hanya kelihatan baik-baik saja, tapi sebenarnya tidak lepas. Tahun ini mari bukan hanya membaca ODB saja, tapi sungguh-sungguh percaya pada firman-Nya bahwa apa yang Tuhan katakan pasti terjadi. Melalui pemberitaan Injil kita diselamatkan sehingga kita pun memberitakan Injil kepada orang lain. Tanda kita lemah yaitu kita tidak bersaksi dan tidak memberitakan Injil lagi. Tanda kita memiliki anugerah yaitu kita mengajak orang karena waktu kita mengajak orang kita pasti belajar untuk bersaksi. Kita yang semangat dengan Tuhan, baca ODB selesai, adakah kita kekurangan? Pasti tidak. Jangan lupa untuk berpuasa juga. Saling mendoakan di dalam sel grup. Kalau ada sakit yang tidak kunjung sembuh, datang ke penatua supaya didoakan.  05012025 @Perayaan Minggu Maranatha Jubilee Semarang

Warta Jemaat
Scroll to Top