Orang Majus

Ibadah Tengah Minggu – Semarang

Dalam sebuah vidio yang diberikan oleh pak Darwin menyadarkan kita betapa seringnya kita bisa salah menangkap pesan seseorang. Kita perlu mencermati kembali perkataan seseorang sehingga maksud atau perintah di dalamnya dapat dilakukan dengan benar. Mengapa kita sering salah menangkap firman Tuhan? Sebab kita tidak fokus dan tidak tertarik dengan hal tersebut. Waktu pak Darwin menjelaskan mengenai orang Majus, jika kita hanya sebatas biasa dan tidak fokus maka pengertian juga tidak akan sampai kepada kita. “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.

“Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.” (Matius 2:1-2). Kedatangan orang-orang majus dari Timur yang mencari bayi Yesus, membuat penasaran raja dan para ahli Taurat. Orang-orang majus adalah orangorang yang bijaksana, dapat menerjemahkan mimpi dan memiliki pengetahuan untuk melihat bintang. Para ahli Taurat percaya akan lahir seorang Mesias, namun mereka tidak mengetahui siapa Mesias itu. Berbeda dengan orang Majus yang mereka sudah diajarkan bertahun-tahun bahwa akan ada Raja baru lahir, Ia akan memimpin dan menggembalakan umat Israel. Raja Herodes percaya kepada orang Majus. Daniel hidup berabad-abad sebelum kelahiran Yesus, namun ia memiliki pengaruh yang besar terhadap orang-orang majus. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya, sehingga Tuhan pakai dia. Pada pemerintahan raja Nebukadnezar bermimpilah Nebukadnezar; karena mimpi itu hatinya gelisah dan ia tidak dapat tidur. Banyak orang berhikmat yang akan dibunuh karena tidak satu pun yang dapat mengetahui mimpi dan makna dari mimpi raja tersebut. Ia merasa terancam dan bingung meskipun memanggil para ahli dan tukang ramal kerajaan untuk menafsirkan mimpi tersebut, mereka tidak dapat memberikan jawaban. Saat Daniel mendengar perintah untuk membunuh semua ahli sihir yang gagal menafsirkan mimpi raja, ia meminta waktu untuk memohon kepada Tuhan. Daniel tidak lari dari tantangan atau mengandalkan kebijaksanaan manusia, tetapi ia memilih untuk berdoa dan bergantung pada Tuhan. Daniel kemudian memberi penafsiran tentang mimpi raja. Setelah mendengar penafsiran Daniel yang benar, Raja Nebukadnezar sangat terkesan dan mengakui bahwa Tuhan Daniel adalah Tuhan yang lebih besar daripada dewa-dewa lainnya. Raja Nebukadnezar mengakui kuasa Tuhan setelah melihat bukti nyata dari kebijaksanaan-Nya. Dari kisah Daniel sudah di perlihatkan bahwa pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selamalamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya. (Daniel 2:1-45). Daniel adalah orang yang sudah dipersiapkan, sama dengan kita. Kita harus mempersiapkan diri karena Tuhan tidak akan berbicara pada kita jika diri kita belum siap. Setiap waktu itu berharga, terkadang kita terlalu mengabaikan banyak hal. Kita harus terus menjaga diri kita baik secara jasmani maupun rohani untuk terus kuat dan siap dalam segala hal. Jangan kita menjadi sombong, kita akan melewati ujian-ujian namun kita tidak akan berjalan sendiri. Saat masalah melanda tetap berdoa dengan sungguh-sungguh dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan, seperti yang Daniel lakukan. Tuhan memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian, Tuhan yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi. “Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya. Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” (Daniel 2:46-47). Jika seseorang mendengar dan mendapat hikmat Tuhan pastilah ia akan sujud menyembah Tuhan. Seringkali manusia lupa dengan hikmat yang telah ia dapat dari Tuhan, sehingga kembali melakukan hal yang jahat.

Waktu pertemuan tengah minggu, pak Darwin menunjukkan penjelasan mengenai orang majus, diambil dari sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serta sumber lainnya dapat di jelaskan bahwa; Orang Majus memiliki beberapa arti, mulai dari arti Harafiah: Orang bijak atau ahli nujum dari Timur yang datang untuk menyembah Yesus Kristus. Kata “Majus” berasal dari bahasa Persia “Magi”, yang berarti “bijak” atau “ahli nujum”. Sedangkan arti simbolisnya adalah kebijaksanaan dan pengetahuan, Pengakuan dan penghormatan terhadap kekuasaan dan kekudusan, Simbol kepercayaan dan ketakwaan. Kita juga belajar dalam arti spiritualnya yaitu Representasi orang-orang non-Yahudi yang menerima Yesus sebagai Juruselamat, Simbol kebersamaan dan kesatuan antar bangsa dan agama, Pengakuan akan keilahian Yesus Kristus. Jika dilihat dari segi budaya yaitu bagian penting dari tradisi Natal dan Epifani, Simbol kearifan dan kebijaksanaan dalam kebudayaan Barat, Inspirasi seni, sastra, dan musik. Selama 600 tahun berita adanya kerajaan kekal dan adanya Raja yang akan memerintah, itu diajarkan turun menurun sampai pada orang majus yang menyembah Tuhan. Tuhan akan menyingkapkan rahasia yang tidak bisa manusia singkapkan. Jangan menganggap rendah nubuatan-nubuatan. Semua orang pasti suka dengan orang yang berhikmat, sebab ia kehidupannya tidak kekurangan dan dapat dipercayai. Mari kita belajar merendahkan hati untuk terus mendengar Tuhan berbicara. Orang majus bertemu dan menyembah bayi Yesus. “Dan orangorang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap

Warta Jemaat
Scroll to Top